Makanan berlabel organik memang laris di pasaran. Kenapa? Kebanyakan orang berpikir bahwa makanan organik tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Dada ayam organik juga menjadi incaran para pembeli.

Seperti dilansir livestrong.com, dada ayam organik kaya akan protein, vitamin B, selenium, tanpa zat aditif, dan pengawet. Daging unggas organik memiliki standar tersendiri dalam menentukan standar pemeliharaan, berikut diantaranya.

Standar organik


Unggas yang dikembangbiakkan secara organik menjalani diet pakan, yang diproduksi tanpa pestisida hewani. Selain diet pakan, unggas organik minim suntik atau anti biotik. Jadi, dada ayam organik mengandung sedikit racun atau kontaminan.

Konten gizi

Dada ayam organik memiliki kandungan kalori yang rendah, namun tinggi protein. Itulah penyebab kenapa tubuh ayam organik lebih kecil dari ayam potong biasa.

Bahan kimia

Meskipun antibiotik dan pertisida digunakan untuk membunuh parasit unggas, kebanyakan konsumen khawatir tentang efek samping pemberian bahan kimia. Unggas organik hanya diberi vaksinasi untuk mencegah penyakit, tanpa disuntik antibiotik. Apalagi, efek kumulatif dari paparan pestisida dapat menyebabkan penuruanan sistem kekebalan tubuh dan cacat lahir manusia, lho.

Aditif dan pengawet

Jika Anda memiliki alergi dengan pengawet, pilih unggas organik sebagai menu spesial Anda. Kenapa? Standar produksi pangan organik membatasi penggunaan pengawet, pemanis, warna, perasa dan monosodium glutamat, atau MSG tambahan. Minimnya bahan kimia dalam pakan unggas organik, membuat dada ayam organik semakin sehat. Menurut Organic.org, daging ayam organik memiliki aroma yang kuat dan segar.

Sumber:
organic.com

 Baca Selengkapnya Cara Beternak Ayam Kampung atau ingin membuat Kandang Ayam

0 comments so far,add yours